selalu bersyukur dalam keadaan apapun

Selalu bersyukur dalam keadaan Apapun akan mendatangkan keberkahan. Berkah itu Sederhana. Karena berkah itu adalah زيادة الخير , artinya : bertambah positif.

  1. Jika ilmu kita bertambah, itu berkah.
  2. Jika harta kita bertambah itu berkah.
  3. Jika teman dan sahabat kita bertambah, itu berkah.
  4. Jika usaha kita makin banyak pelanggan, nasabah, dan konsumen, itu berkah.
  5. Jika murid dan santri kita bertambah, itu berkah.
  6. Jika ibadah dan keimanan kita bertambah, itu berkah umurnya, hartanya, waktunya, karena bertambah baik.
  7. Jika tahun ini apa yang kita lakukan atau kita miliki belum bertambah dibanding tahun lalu, pertanda belum berkah.

Jika itu semua malah berkurang daripada tahun lalu, pertanda itu tidak berkah.

Duh Allah.. karuniakanlah kepada kami keberkahan usia, harta, ilmu, kesehatan, dan tambahilah nilai positif karunia yang telah engkau anugerahkan kepada kami, agar kami dapat mempertanggung jawabkannya di yaumil mizan dengan nilai baik..

المحافظة على القديم الصالح والاخذ بالجديد الاصلح

“Menjaga (nilai) kebaikan terdahulu, dan menggali (nilai) lebih baik terbaru” merupakah kaidah dan tuntunan agar senantiasa menjaga dan menghimpun keberkahan.

Baca juga : Sifat Sifat Manusia Menurut Islam

Alhabib Quraisy Baharun :

Mengapa Kita Wajib Bersyukur Kepada Allah SWT

Sesungguhnya Allah Ta’ala banyak sekali memberikan nikmat-nikmat-Nya kepada para hamba-Nya, dengan memberikan hidayah kepada dinul islam, agama yang Allah ridhoi, dimana Allah tidak akan menerima agama selainnya.

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu” (QS. al-Maidah: 3).

Pada ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam” (QS. Ali Imran :19).

Dan juga firman-Nya:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Ali Imran: 85).

Juga firman-Nya pada ayat yang lain:

وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ (7) فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus. Sebagai karunia dan nikmat dari Allah. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. al-Hujurat: 7-8).

Karunia Allah yang paling besar kepada para hambanya adalah hidayah dan taufiq kepada agama ini serta hingga bisa selamat baik di dunia maupun di akhirat kelak, dan mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat.

Ya Allah jadikanlah kami sebagai hamba-hamba-Mu yang selalu bersyukur dan mendapatkan hidayah-Mu.

Aamiin…..

Tanggapan

Berikan Tanggapan :

Mohon beri tanggapan
Silahkan masukkan nama Anda