Menjelaskan Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia tak bisa dilepaskan dari pengaruh agama dan kepercayaan terdahulu yang telah lama berkembang. Sebagaimana diketahui bahwa peristiwa sejarah tidaklah berdiri sendiri atau muncul secara tiba-tiba, tapi merupakan rentetan peristiwa-peristiwa atau akibat dari peristiwa sebelumnya. Apapun kenyataannya sebelum datang Islam, di Indonesia sudah didahului oleh dua agama besar, Hindu dan Buddha dari India di samping sudah terdapat kepercayaan asli (Mukarrom, 2014).

Dengan demikian sebelum agama Islam diperkenalkan oleh para saudagar dan ulama, di nusantara telah terbentuk model budaya yang dipengaruhi oleh unsur keagamaan seperti Hindu dan Budda juga aliran kepercayaan local. Aliran kepercayaan lokal  bercorak animisme dinamisme.

Dallimunthe (2016) menjelaskan bahwa kepercayaan dan agama yang berkembang sebelum Islam masuk ke Indonesia yakni animisme, dinamisme, agama Hindu dan Budha. Agama dan kebudayaan Hindu-Budha masuk ke Indonesia melalui kontak perdagangan. Sedikit banyak telah berpengaruh terhadap beberapa aspek kehidupan masyarakat Nusantara. Masuknya pengaruh unsur kebudayaan Hindu-Buddha dari India telah mengubah dan menambah khasanah budaya Indonesia dalam beberapa aspek kehidupan, seperti: berdirinya kerajaan Tarumanegara, Singhasari, Majapahit, dan sebagainya.

Baca Juga : Sejarah Islam Nusantara yang Jarang Diketahui

Sejalan dengan Dallimunthe, penulis lain seperti Ghaffar (2016) mempertegas bahwa sejarah menunjukkan bahwa sebelum masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia telah terdapat kepercayaan dan agama yang hidup di wilayah Indonesia yang dahulu lebih dikenal sebagai kepulauan Nusantara. Istilah kepulauan digunakan untuk menyebut gugusan pulau yang tersebar mulai dari ujung Barat sampai Timur Indonesia.

Lebih lanjut Ghaffar (2016) menjabarkan bahwa wilayah kepulauan Nusantara tersebut telah dihuni oleh berbagai suku, ras dan etnis dengan keragaman bahasa dan budaya bahkan kepercayaan serta agamanya. Animisme dan dinamisme telah berkembang menjadi kepercayaan yang dianut oleh penduduk Nusantara disamping agama Hindu dan Budha yang datang kemudian. Oleh karenanya terdapat beberapa kerajaan Hindu dan Budha di kawasan ini sebelum masuknya Islam seperti kerajaan Majapahit, Sriwijaya, Kutai, Taruma Negara, dan lain-lain

Proses Penyebaran Islam

Kepercayaan dan agama yang berkembang sebelum Islam masuk ke Indonesia menjadi “pijakan” bagi penyebar ajaran Islam, bagaimana memperkenalkan “model” Islam yang sesuai dengan kebudayaan local, sebagaimana yang terbentuk sebelumnya. Tentunya penyebar agama Islam (waktu itu) telah menyiapkan stretegi jitu bagaimana supaya ajaran Islam yang “coba”  diperkenalkan, bisa diterima dengan mudah, tanpa ada banyak penolakan. Dengan demikian Islam otomatis menjadi bagian dari perkembangan budaya Nusantara itu sendiri sekaligus memberikan sumbangan pengaruhnya juga.

Kesimpulan ini diperkuat oleh pendapat Dallimunthe (2016) yang menjelaskan bahwa islam masuk ke Indonesia dengan cara damai disertai dengan jiwa toleransi dan saling menghargai antara penyebar dan pemeluk agama baru dengan penganut-penganut agama lama (Hindu-Budha). Ia di bawa oleh pedagang-pedagang Arab dan Gujarat di India yang tertarik dengan rempah-rempah. Kemudian, mereka membentuk koloni-koloni Islam.

Penyebaran ajaran Islam dengan cara damai menyebabkan terjadinya akulturasi budaya local dengan ajaran Islam. Keadaan ini memungkinkan datangnya ajaran islam mengawali terbentuknya periode kebudayaan baru yang tertlahir setelah bersntuhan dengan nilai – nilai luhur Islam.

Mukarrom (2014) memperjelas bahwa datangnya Islam di Nusantara, bersamaan dengan runtuhnya kerajaan Hindu Jawa tersebut bukan berarti dominasi pengaruh Hindu dan Buddha berakhir begitu saja sejalan dengan runtuhnya kekuatan politik Majapahit, akan tetapi justru Islam telah berperan mengkonservasi atau melestarikan keberadaan budaya-budaya yang telah dikembangkan oleh agama Hindu – Buddha tersebut. Era baru, periode transisi budaya dari Majapahit ke jaman Islam ini disebut sebagai “jaman peralihan”.

Baca Juga : Sejarah Munculnya Aliran Dalam Islam

Mengenai proses penyebaran agama Islam itu sendiri. Dallimunthe (2016) membagi menjadi 2 proses, : Pertama, penduduk pribumi mengalami kontak dengan agama Islam dan kemudian menganutnya. Proses kedua, orang-orang asing Asia (Arab, India, Cina, dll) yang telah memeluk agama Islam tinggal secara tetap di wilayah Indonesia, kawin dengan penduduk asli, dan mengikuti gaya hidup lokal sedemikian rupa sehingga mereka sudah menjadi orang Jawa, Melayu, atau suku lainnya.

Disamping 2 proses tersebut diatas penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh para pedagang dan ulama mendapat perhatian khusus dari masyarakat yang ‘sebelumnya’ memeluk agama Hindu. Mereka memandang bahwa Agama Islam lebih baik, karena dalam ajaran Islam tidak pembagian golongan, kelompok juga ajaran islam tidak membeda bedakan manusia berdasarkan keturunan, kekayaan atau kekuasaan.

Hal ini dijelaskan  oleh Dallimunthe (2016) bahwa daya penarik Islam bagi pedagang-pedagang yang hidup di bawah kekuasaan raja-raja Indonesia-Hindu agaknya ditemukan pada pemikiran orang kecil. Proses islamisasi di Indonesia terjadi dan dipermudah karena adanya dukungan dua pihak: orang-orang muslim pendatang yang mengajarkan agama Islam dan golongan masyarakat Indonesia sendiri yang menerimanya.

Lebih jauh Ghaffar (2016) menjelaskan bahwa latar belakang yang paling dapat diterima bagi masuknya penduduk Nusantara ke dalam islam ialah adanya kemampuan para penyiar Islam yang menggunakan kemasan atraktif khususnya dengan menekankan kesesuaian dengan Islam atau kontinuitas dengan kepercayaan local. Kontinuitas itu tidak lantas mengdakan perubahan dalam kepercayaan atau praktik keagamaan local tetapi penyesuaian melalui pendekatan tasawuf. Para penyiar islam masa awal merupakan guru-guru pengembara dengabn karakteristik sufi yang kental. Mereka memiliki otoritas kharismatik dan kekuatan magis. Sebagian guru sufi ini mengawini putra-putri bangsawan dan karenanya memberikan kepada anak-anak mereka gengsi darah bangsawan sekaligus aura keilahian atau karisma keagamaan.

Sebaran Wilayah Islam Awal

Islam masuk ke Nusantara terjadi pada awal abad ketujuh. Itu bisa diartikan bahwa Islam masuk ke wilayah nusantara  pada tahun hijriah awal. Lebih rinci lagi yaitu pada pada masa Khulafaur Rasyidin memerintah. Islam sudah mulai menyebarkan pengaruhnya ke Nusantara ketika sahabat Abu Bakar as Siddiq, Umar bin Khatab, Ust’man bin Affan dan Ali bin Abi Thalib menjadi Amirul Mukminin.

Yakob (2013) menjelaskan bahwa catatan-catatan resmi dan Jurnal Cina pada periode ini Dinasti Tang 618 M secara ekplisit menegaskan bahwa Islam sudah masuk wilayah Timur jauh, yakni Cina dan sekitarnya14 pada abad pertama Hijriah melalui lintas laut dari bagian Barat Islam. Cina yang dimaksudkan pada abad pertama Hijriah tiada lain adalah gugusan pulau-pulau di Timur Jauh termasuk Kepulauan Indonesia.

Setelah itu, sekitar permulaan abad XV Islam telah memperkuat kedudukannya di Malaka, pusat rute perdagangan Asia Tenggara yang kemudian melebarkan sayapnya ke wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Pada permulaan abad tersebut, Islam sudah menjejakkan kakinya ke Maluku, dan yang terpenting ke beberapa kota perdagangan di pesisir Utara pulau Jawa yang selama beberapa abad menjadi pusat kerajaan Hindu yaitu kerajaan Majapahit. Dalam waktu yang tidak terlalu lama yakni permulaan abad XVII, dengan masuk Islamnya penguasa kerajaan Mataram yaitu Sultan Agung, kemenangan agama tersebut hampir meliputi sebagian besar wilayah Indonesia (Dallimunthe, 2016).

DAFTAR PUSTAKA

Mukarrom, Ahwan (2014). Sejarah Islam Indonesia I, Dari Awal Islamisasi Sampai Periode Kerajaan-Kerajaan Islam Nusantara. Buku Perkuliahan Program S-1 Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Dallimunthe,  Latifa Annum  (2016).  Kajian Proses Islamisasi di Indonesia (Studi Pustaka).  Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Volume 12, Nomor 1, Juni 2016.  ISSN : 1829-8257

Ghaffar, Nurkhalis A. (2016) Tasawuf Dan Penyebaran Islam di Indonesia. Jurnal Rihlah 68 Vol. III No. 1 Oktober 2015

Yakob M (2013). Perkembangan Islam Indonesia : Jurnal Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam.  Volume 7, Nomor 1, Juni 2013

Tanggapan