Perkembangan Islam di Nusantara – Bagi anda yang sudah menjadi Islam sejak lahir adalah anugerah. Namun, apa jadinya jika Islam tidak masuk ke Indonesia sejak berabad-abad tahun lalu. Meski masih ada yang memperdebatkan Islam masuk ke nusantara abad 3 dan abad ke 7 masehi. Hal itu tidak perlu dipermasalahkan, hal yang patut dilakukan adalah berterimakasih kepada wali Allah yang membawa Islam dengan cara damai.

Kata nusantara disematkan sebelum nama Indonesia terbentuk. Pada zaman kerajaan-kerajaan masih tegak berdiri. Sebelum penjajah datang ke Indonesia, Islam telah datang ke Nusantara. Hal itu tidak terlepas dari warisan nabi Muhammad SAW untuk terus melakukan ekspansi Islam ke berbagai belahan dunia.  penyebaran Islam pun tidak terlepas dari para mubaligh Timur Tengah tersebut.

Islam Masuk Ke Nusantara Lewat Jalur Perdagangan

Indonesia dikenal dengan masyarakatnya yang ramah, sehingga menyambut baik orang asing ke daerahnya. Memang ada beberapa teori tentang kedatangan indonesia. Namun, jelasnya Islam hadir ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Para mubaligh tidak hanya sekedar menjual barang-barang untuk keperluan hidup. Para pedagang juga merupakan seorang ulama yang taat.

Penyebaran Islam berkembang pesat. Teknik yang digunakan oleh para pedangang yaitu menyebarkannya melalui pesisir. Para pedagang tersebut bukanlah orang biasa, mereka sudah dibekali ilmu agama yang sudah baik dan juga taat beribadah. Cara islam masuk ke indonesia memang mudah diterima, karena pengajarannya cocok dengan kepribadaian indonesia

Orang pribumi dikenal tata krama yang sopan dan berbudi luhur. Sama dengan Islam yang menjunjung tinggi kebaikan dan kedamaian. Hal itu juga memudahkan tugas para pedagang terlepas dari sektor ekonomi yang menjadi alasan kedatangannya. Kontak antara para penjual dan pembeli merupakan momentum penyebaran Islam ini dilakukan.

Islam Masuk Ke Nusantara Melalui Ikatan Pernikahan 

Para pedagang yang datang disambut baik oleh masyarakat. Hal itu juga yang mengeratkan tali silaturahim di antara mubaligh dan penduduk nusantara. Pada awal Islam masuk ke nusatara, para pedagang telah dipercaya oleh para bangsawan. Itulah alasanya mengapa pernikahan antara saudagarmuslim dan putri bangsawan terjadi.

Pernikahan tersebut secara otomatis dilakukan secara Islam. Lewat perkawinan tersebutlah keturunan Islam terlahir. Tidak hanya itu para mubaligh tersebut tidak hanya berhenti di situ dalam menyebarkan Islam. Mereka terus-menerus melakukan ekspansi melalui politik kerajaan. Hal tersebut juga disambut baik para masyarakatnya.

Baca Juga : Sejarah Islam Nusantara yang Jarang Diketahui

Pernikahan mubaligh dan orang pribumi bukti bahwa Islam disambut hangat di nusantara. Penerimaan demi penerimaan yang dialami oleh para penyebar Islam membuatnya dikenal hingga ke pelosok-pelosok negeri. Pernikahan tersebut bukan atas dasar paksaan, tetapi karena rasa cinta yang terjadi kepada dua belah pihak.

Islam Masuk Ke Nusantara Melalui Pendidikan

Para mubaligh yang menetap di nusantara tidak hanya menyebarkan Islam lewat ceramah dari satu tempat ke tempat lainnnya. Didirikannya tempat untuk belajar ilmu agama menjadi cara lain dalam perkembangan Islam di nusantara. Proses belajar mengajar tersebut tidak terlepas dari kitab suci al-Quran. Pendidikan yang diajarkan melalui pesantren teresebut melahirkan para pendakwah baru.

Pendakwah yang telah belajar di pesantren tentunya setelah keluar akan menyebarkan ajaran agama kepada masyarakat. Pendidikan yang didirikan oleh para mubaligh ini juga mengajarkan para muridnya dari dasar. Orang-orang yang pada awalnya tidak tahu apa-apa dididik hingga mahir, baru dinyatakan lulus.

Para kiayi besar yang dikenal saat ini juga lahir dari pesantren-pesanteren yang mengajarkan ilmu agama yang komplit. Pembentukan lembaga pendidikan yang berbasis pesantren terus mengalami perkembangan hingga saat ini.

Islam Masuk Ke Nusantara Melalui Seni

Perkembangan Islam juga lahir dari seni yang dipadukan dengan kultur yang ada di nusantara. Ajaran islam yang terkenal seperti karya seni wayang. Nilai-nilai Islam disusupkan dalam alur cerita. Karya seni bercorakkan Islam tersebut diciptakan oleh Sunan Kalijaga. Tidak  hanya sampai di situ, seorang yang dijuluki walisongo ini juga menyusupkan dakwahnya melalui musik yang bernafaskan Islam.

Dakwah dengan seni tersebut juga menarik minat masyarakat pribumi. Hal tersebut jelas memberikan angin segar dalam penyebarannya. Saat ini peninggalan Islam di nusantara tersebut juga masih bisa dinikmati oleh orang Indonesia. Tradisi lokal yang dipadukan dengan ajaran Islam tetap dilestarikan hingga saat ini

Hidup adalah seni, karena itulah orang menyukai hal-hal yang berbau dengan keindahan tersebut. Teknik para walisongo ini berhasil membuat orang takjub dengan keistimewaan Islam. Kondisi sesulit apapun tidak akan membuat umat Islam yang taat kehabisan ide untuk membuat orang meyakini kekuasaan Allah.

Munculnya Kerajaan Islam di Nusantara

Kemunculan kerajaan Islam didirikan pertama kali di Aceh dan menyusul Sumatera dan juga pulau Jawa. Kepemimpinan yang dilakukan raja bergelar sultan ini tentu membuat rakyatnya juga mengikuti agama yang dianut oleh pemimpinnya. Kerajaan Islam ini juga mengadopsi bentuk kepemimpinan nabi Muhamaad SAW.

Baca Juga : Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia

Para pemimpin Islam ini juga mendapatkan amanah untuk membuat rakyatnya mencintai Allah tanpa adanya paksaan. Beridirinya kerjaan Islam pada masa kejayaannya telah membuktikan bahwa agama ini, berkembang begitu pesat.

Perkembangn Islam di nusantara tidak akan bisa menyebar dengan baik tanpa adanya keraajaan yang bercorak Islam. Memang saat ini sudah tidak ada lagi kerjaan karena nusantara sudah berganti menjadi negara kesatuan Indonesia. Tidak terpisah-pisah lagi.

Munculnya Organisasi Islam di Nusantara

Organisasi Islam juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan Islam di indonesia. Terlepas dari paham-paham yang juga banyak masuk ke Indonesia. Islam juga disebarkan melalui organisasi ini. perannya juga menjadi pengontrol ummat Islam dalam bertindak. Sebut saja Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan lainnya masing-masing memiliki tempat di hati masyarkat.

Pergerakan yang dilakukan oleh organisasi Islam ini juga menyebarkannya melaui berbagai cara satu di antaranya pendidikan. Perbedaan pendapat memang hal biasa yang terjadi pada manusia. Namun, organisasi-organisasi Islam ini tetap mengarahkan ummat ke jalan kebaikan.

Perkembangan Islam di nusantara tidak akan bisa terlepas dari para wali Allah yang mengabdikan hidupnya untuk berdakwah. Namun, hal itu patut kita syukuri karena sudah menjadi seorang muslim sejak lahir. Tugas kita sebagai ummat-Nya adalah selalu menyertakan agama dalam segala aspek kehidupan.

Lewat seklumit sejarah perkembangan Islam di nusantara ini memperlihatkan bahwa Islam hadir dengan cara terhormat. Tanpa paksaan, tetapi sebaliknya Islam datang membawa keberkahan bagi masyarakat Indonesia.

Sekian, semoga bermanfaat. Silahkan dishare supaya lebih bermanfaat untuk orang lain.

Tanggapan