Tulisan ini akan mengupas Pengertian Ormas dan Orpol, Perbedaan dan Persamaannya.

Partai dan Ormas itu mirip, cuma beda dikit :

  1. Partai dan ormas, sama-sama merupakan komunitas, wadah untuk bersosialisasi, berorganisasi, beraktualisasi, berekspresi, berspekulasi, berorasi, dan semacamnya. Ibarat sebuah mobil : tergantung pemakaian, dan jika terjadi kecelakaan maka salahkan pengemudi atau penumpangnya. Jangan salahkan mobilnya. Tapi jika memang membahayakan keselamatan, wajib dimuseumkan.
  2. Partai dan ormas itu sama-sama (tidak diajarkan nabi) “berkah” dari demokrasi, diakui negara, direstui undang-undang, berhak atas bantuan dana pemerintah, diperkenankan oleh agama maupun adat istiadat.
  3. Partai dan ormas itu sama-sama memiliki, memobilisasi, dan berebut massa.
  4. Partai dan ormas itu sama-sama berada di arena persaingan jabatan, kekuasaan, pengaruh, ekonomi, sosial, pendidikan, dan sebagainya.
  5. Partai dan ormas itu sama-sama memiliki pimpinan, pengurus, aturan, tujuan, visi, misi, dan program yang disepakati pengurus dan anggotanya.
  6. Partai dan ormas itu sama-sama bisa melahirkan pemimpin rakyat dan negara.
  7. Partai dan ormas itu sama-sama bisa memperlancar tujuan meraih : kekayaan, kekuasaan, popularitas, pengaruh, simpati dan hal-hal bersifat duniawi -sementara.
  8. Partai dan ormas itu sama-sama memiliki karakter yang sesuai dengan pendiri, pengurus, dan anggotanya. Al Mar’u ma’a man ahabba : setiap orang akan bersama sesuatu yang ia sukai.
  9. Partai dan ormas itu sama-sama memiliki hirarki (level) kesejahteraan, keahlian, pengetahuan, keilmuan, wawasan, pendidikan, keberuntungan dan sebagainya. Semakin tinggi jabatan pengurusnya, semakin tinggi pula keahlian, keilmuan, spritual, kesejahteraan, ketenaran, dan sebaliknya semakin bawah semakin rendah. Inilah keniscayaan yang harus diterima. Ibarat bangunan, ada paku besar, dan ada paku kecil. Sama-sama menguatkan sebuah bangunan dengan peran dan fungsi berbeda.

Perbedaannya Antara Ormas dan partai adalah :

  1. Partai bisa membuat dan mengesahkan undang-undang, ormas tidak.
  2. Partai bisa mengusung presiden, dan DPR, ormas tidak.
  3. Partai hanya berorientasi kepada kekuasaan saja, ormas tidak. Karena ormas bervariasi : ada yg dibentuk untuk kekuasaan saja, keagamaan saja, sosial saja, hobi saja, pekerjaan saja, dan lain sebagainya.
  • Baik partai maupun ormas, pasti memiliki pengikut dan pemimpinnya.
  • Berpartai atau berormas itu tidak wajib, hanya dianjurkan bagi yang berjiwa pemimpin, aktivis, dan organisatoris agar mudah mengatualisasikan dan mengekpresikan diri. Tanpa berpartai dan berormas pun, tidak masalah. Toh, kita semua adalah pemimpin : kullukum ro’in, wa kullukum mas’ulin ‘an ro’yatihi . Yang akan dimintai pertanggung jawaban sesuai kadar, wilayah, pengikut, dan yg berkaitan dengan segala sesuatu yg kita kelola dan terkait.

Jadi, berorganisasi di partai atau di ormas itu tergantung niat dan pemakaian.

Seringkali kita mendengar pepatah :

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

Seikat lidi mampu menyapukan debu, sebatang lidi mudah dipatahkan.

الْحَقُّ بِلاَ نِظَامٍ يَغْلِبُهُ الْبَاطِلُ بِنِظَامٍ

Al haqqu bilaa nidzoomin, yaglibuhul baatilu binnidzoomi . Kebaikan tidak terstruktur, (dapat) dikalahkan keburukan terstruktur.

تَلْزَمُ جَمَاعَةَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَإِمَامَهُمْ

“Talzamu jama’atal muslimin, wa imamahum”. Wajib bagi kalian bersama jama’ah (mayoritas) muslim dan (patuh pada) pemimpin. (Jangan bercerai berai).

Sekian, semoga bermanfaat.

Silahkan ditambahkan di kolom komentar..

Baca juga : Apa itu NU?

 

Tanggapan

Berikan Tanggapan :

Mohon beri tanggapan
Silahkan masukkan nama Anda