Assalamu’alaikum, ahlan wa sahlan, selamat datang kembali pembaca yang budiman. Kali ini saya akan mengulas pengertian istiqomah dan contohnya.

Istiqomah terdapat dua jenis :

  1. Istiqomah yang mandeg/stagnan
  2. Istiqomah yang maju/berkembang

Istiqomah berasal dari kata qo-wa-ma. Dalam makna istiqomah terdapat makna : konsisten, berprinsip, bangkit, lurus.

Istiqomah itu bukan diam ditempat. Diam bahasa arabnya saktah, sukun, atau waqof, dan sinonim lainnya. Orang yang istiqomah sejatinya adalah orang yang berprinsip, disiplin, idealis, dan berkarakter.

Contoh-contoh ilustrasi :

  1. Seseorang yang usaha warung nasi, jatuh bangun, sampai meninggal walaupun bangkrut. Ia termasuk orang istiqomah. Ini adalah contoh istiqomah yang stagnan/mandeg.
  2. Suatu parpol yang berkoalisi dengan parpol tertentu hingga jadi soulmate, walaupun berkali2 rugi dan dikhianati. Ia juga termasuk parpol yang istiqomah stagnan/mandeg.
  3. Seorang muballigh atau guru yang berpindah2 tempat dakwah dan pengajian hingga mendapatkan banyak pengalaman dan matang. Ia sesungguhnya termasuk istiqomah dalam dakwah dan perjuangan, walaupun tidak (istiqomah) mandeg di satu tempat.
  4. Suatu parpol yang berkoalisi dengan parpol A, dan B pada waktu pilkada kemarin, kemudian berkoalisi dengan partai C, dan D pada pilkada sekarang. Sesunggunya parpol ini adalah parpol istiqomah dalam memperjuankan yang terbaik buat partai dan pendukungnya. Walaupun ia tidak (istiqomah) dalam zona kecil perkoalisian.

Contoh 3 dan 4 adalah contoh istiqomah yang maju dan berkembang. Sedangkan contoh 1 dan 2 adalah contoh istiqomah yang mandeg stagnan.

Jadi, istiqomah itu sesungguhnya adalah konsisten dalam rel besar, berprinsip, dan berkarakter.

Contoh yang tidak istiqomah, adalah seperti berikut :

Bulan Januari sebagai Pedagang Sayur (niaga), bulan Februari sebagai pencukur rambut (jasa), bulan Maret masuk partai (aktifis), bulam April jadi ustad dadakan (tokoh). Terkahir, bulan Mei jadi Nelayan (buruh). Dst.. Ini contoh tidak istiqomah dan tidak punya prinsip.

Jadi, jangan persempit makna Istiqomah ya..

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Maka tetaplah kamu (pada jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertaubat bersama kamu. Dan janganlah kalian melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kalian kerjakan. [QS. Hûd : 112]

Baca juga : Apa itu Ilmu, Ibadah, dan Tingkatan Manusia

Tanggapan

Berikan Tanggapan :

Mohon beri tanggapan
Silahkan masukkan nama Anda