Kalimat Syahadat Nilai Kemanusiaan dan Ketuhanan

  1. Orang yang memperjuangkan Kemanusiaan, akan sejahtera lahir batin. Orang yang memperjuangkan Ketuhanan, akan sejahtera dunia akhirat.
  2. Nabi Muhammad SAW juga membawa 2 misi utama : (1) Misi Ketuhanan, (2) Misi Kemanusiaan yang tertuang di dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.
  3. Inti dari dua kalimah syahadat : Ašyhadu ʾal lā ilāha illa l-Lāh : Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Dan ucapan wa ʾašhadu ʾanna muḥammadar rasūlu l-Lāh : dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah, adalah dua kalimat ikrar pengakuan atas eksistensi Ketuhanan dan Kemanusiaan.
  4. Pancasila, menempatkan kemanusian, setelah ketuhanan. (1) Ketuhanan yang Maha Esa. (2) Kemanusiaan yang adil dan beradab. Adil adalah proporsional, menempatkan sesuatu sesuai haknya, sesuai tempatnya. Yang salah diperbaiki, yang benar diapresiasi.
  5. Inti dari Kemanusiaan dan Ketuhanan ada di dalam hati. Jika kekuatan hati melemah, sakit, atau terluka, maka otak dan organ tubuh tidak akan bergerak menuju Ketuhanan maupun Kemanusiaan.
  6. Hati yg rusak, enggan menggerakkan otak dan organ, walaupun IQ dan skill tinggi. Hati yg sakit dan rusak akan berontak, dan menghancurkan Kemanusiaan dan menjauhkan dari Ketuhanan.
  7. Tanda hati yang rusak adalah orientasi akan tahta, harta, dan wanita yang mengubur orientasi Kemanusiaan dan Ketuhanan.
  8. Rusaknya hati oleh harta (uang), ada pada orang kaya dan orang miskin : (1) orang miskin takut tidak punya uang. (2) orang kaya takut kehilangan uang. Orang yg hatinya rusaknya oleh uang, akan mengabaikan sisi Kemanusiaan dan tujuan Ketuhanan.
  9. Rusaknya hati oleh tahta, ada pada orang yang rusak hatinya. Berpolitik dengan menggadaikan Kemanusiaan dan Ketuhanan demi tahta yang fana.
  10. Rusaknya hati oleh wanita, ada pada orang yang orientasinya adalah syahwat kemaluan semata. Ia memiliki sisi Kemanusiaan dan Ketuhanan yang palsu.
  11. Jangan rusak kekuatan hati, jangan sakiti hati orang lain. Jika telah sakit, perbaikilah secara perlahan. Jika tidak sakit, jagalah agar ia selalu memiliki sisi Kemanusiaan dan Ketuhanan yang baik.
  12. Nabi SAW bersabda : Dalam tubu ada “mudgoh” ada segumpal darah. Jika ia baik, maka baiklah semuanya. Jika ia buruk, maka buruklah segala sesuatunya.
  13. Semoga kita bisa memperjuangkan Kemanusiaan, dengan memanusiakan manusia. Dan memperjuangkan Ketuhanan dengan mengesakan Tuhan semesta alam : Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Tanggapan

Berikan Tanggapan :

Mohon beri tanggapan
Silahkan masukkan nama Anda