Nenek moyang kita seorang muballigh sekaligus juga pedagang. Anda ingat lagu gembira yang dinyanyikan oleh sekolah dasar atau taman kanak-kanak: “Nenek Moyangku Seorang Pelaut”. Saya kira lirik lagunya penuh pesan dan makna yang dalam:


nenek moyangku orang pelaut
mengarung samudra luas
menerjang ombak tiada takut
melintasi badai sudah biasa

angin bertiup Layar Terkembang
ombak berdebur di Tepi Pantai
pemuda b’rani Bangkit Sekarang
Ke laut kitd beramai-Ramai


Ya, seorang pelaut, bukan “nelayan” lho. Untuk apa mereka melaut dari satu samudera ke samudera yang lain? Tiada lain, apakah untuk berdagang dan berdakwah?

Penyebaran Islam ke Indonesia lewat perdagangan. Indonesia bertanggung jawab oleh lautan, tentu saja kerajaan-kerajaan besar di Nusantara juga ditentukan oleh lautan. Mereka menjalin hubungan dagang, diplomasi, dan lainnya dengan melaut. Artinya, kita bangsa Indonesia ini berhak pedagang. Ditambah lagi, masuknya Islam dari Arab ke Indonesia Tentu saja lewat jalur laut. Bukan darat. Jadi jelas, para pendahulu kita berdakwah sambil berdagang.

Lantas, apakah kita akan berdakwah saja tanpa berdagang? atau berdagang saja tanpa berdakwah?

Kalau “berdagang” dinilai tanda kurang istiqomah bagi mubaligh, lantas bagaimana mubaligh mengamalkan bab muamalah sebelum mengajarkan pada orang lain?

Bukankah Rasulullah SAW, juga seorang pedagang?
Sayyidina Abu Bakar Ra, Utsman bin Affan Ra, dan Umar bin Khattab adalah seorang triliuner? Beliau berdagang dan semua kekayaannya untuk izzah islam wal muslimin?

Beliau pernah mengalami masa-masa pahit dalam faqir? Ya hanya sebentar saja. Karena beliau walaupun triliuner, tapi tidak untuk bermegah-megahan.

Setidaknya, pilihannya hanya ada dua : menjadi orang miskin sabar, ataukah orang kaya bersyukur? ๐Ÿ˜€๐Ÿ‘

Ya Allah, Jadikanlah kami dan sahabat kami menjadi hamba-hamba yang kaya hati, juga kaya “Hati” (Harta dan Properti).

Aamiin ..

Terima kasih Anda telah membaca tulisan kami: Nenek Moyang Kita Seorang Muballigh Sekaligus Pedagang. Jika bermanafaat, yuk bantu bagikan di media sosial yang Anda miliki.

Baca juga:
Militansi Kader NU

Tanggapan

Berikan Tanggapan :

Mohon beri tanggapan
Silahkan masukkan nama Anda