Orang yang dapat berbicara dengan hewan merupakan suatu mukjizat yang luar biasa. Memang akan ada binatang yang pandai bicara seperti manusia, tapi nanti setelah datangnya hari kiamat. Jauh sebelum Islam berkembang hingga saat ini, ada seorang nabi yang dapat memahami bahasa hewan. Nabi sulaiman diberikan Allah kelebihan dapat berbicara dan memahami bahasa yang disampaikan hewan.

Beberapa hewan erat kaitannya dengan nabi sulaiman. Hewan-hewan tesebutlah yang membuat perjalanan dakwah beliau menjadi lebih mudah. Nabi sulaiman juga mendapatkan mukjizat bisa berbicara dengan bangsa jin. Kecerdasan serta jiwa kepemimpinannya menghantarkan beliau untuk menjadi seorang raja dari semua makhluk Allah.

Mukjizat Nabi Sulaiman Bisa Berbicara dengan Hewan

Nabi sulaiman merupakan anak Nabi Daud yang merupakan raja dari bani israil. Sejak kecil Nabi Sulaiman sudah memiliki kecerdasan yang luar biasa. Beliau dapat memecahkan masalah yang orang dewasa saja susah untuk mencari solusinya. Darah seorang pemimpin yang mengalir padanya membuat beliau dipersiapkan oleh ayahnya menjadi seorang raja.

Wafatnya Nabi Daud secara otomatis membuat Nabi Sulaiman mengantikan posisi pemimpin. Beliau tidak hanya menjadi raja Bani Israil, tetapi para jin juga tunduk kepadanya. Bahkan dikisahkan juga bahwa yang membangun istana-istana megah zaman pemerintahannya adalah bala tentara jin. Mukjizat Nabi Sulaiman yang tidak kalah menarik adalah beliau dapat mengendalikan angin.

Baca Juga : Kisah Nabi Nuh AS

Kisah yang juga tidak kalah fenomenalnya, beliau dapat berbicara dengan para hewan. Atas izin Allah, nabi sulaiman mampu mengerti apa yang dikatakan oleh hewan-hewan yang ditemuinya. Bahkan para hewan itu tunduk dan menghormatinya. Kharisma seorang pemimpin yang ada pada Nabi Sulaiaman membuatnya disegani semua makhluk. Beliau juga memiliki harta kekayaan yang berlimpah.

Nabi Sulaiman dan Semut

Kisah itu bermula saat Nabi Sulaiman dan pasukannya sedang melakukan sebuah perjalanan. Masuklah rombongan itu ke sebuah lembah di dalamnya terdapat banyak sarang semut. Melihat banyak orang yang datang, membuat semut pun berkata kepada yang lainnya agar masuk ke dalam sarang. Supaya tidak ada yang terinjak oleh kaki para pasukan tadi.

Ucapan semut itu terdapat di dalam al-Quran. “hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang- sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka menyadarinya (QS. An- Naml: 18).

Mendengar ucapan satu di antara grombolan semut tadi, Nabi Sulaiman pun merasa bersyukur. Beliau sangat senang dengan anugerah yang Allah berikan berupa kemampuan memahami bahasa hewan. Sikap bijaksana Nabi Sulaiman juga dijelaskan al-Quran.

Baca Juga : Kisah Nabi Isa Singkat

“Maka ia tersenyum dan tertawa (Nabi Sulaiman) karena perkataan semut itu. Dan ia berdoa ‘ya Tuhanku berilah ilham untuk tetap mensyukuri nikmatmu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalamgolongan hamba-hamba- Mu yang saleh*(QS: An-Naml: 19).

Pasukan nabi sulaiman kemudian mencari jalan lain untuk sampai ke tujuan. Sebelumnya rombongan Nabi Sulaiman bingung. Namun, setelah dijelaskan bahwa para semut tersebut merasa ketakutan jika terinjak, baru mereka paham. Kebijaksanaan yang ada pada nabi sulaiman itu membuat semut menaruh rasa kagum dan juga menghormati beliau.

Nabi Sulaiman Dan Burung Hud-Hud

Burung hud-hud juga menjadi bagian dalam kisah perjalanan seorang nabi yang diberi mukjizat dapat memahami bahasa hewan ini. Pada saat itu beliau mengecek kehadiran pasukannya. Namun, burung hud-hud tidak ada di sana. Nabi sulaiman pun tidak menyukai hal itu. Sempat beliau berakata hal yang tidakbaik. Namun, tidak lama kemudian burung hud-hud pun datang membawa berita yang sangat penting.

Burung hud-hud pun memberikan alasannya yang di jelaskan dalam al-Quran “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri sab suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka.

Dan dia ianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka dari jalan Allah sehingga mereka tidak mendapat petujuk. Agar mereka tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan (QS: An-Naml: 21 26).

Baca Juga : Kisah Inspirasi Anak yang Berbakti Kepada Orang Tua

Berita yang dibawa oleh burung hud-hud mempertemukan nabi sulaiman dengan ratu balqis. Beliau tidak percaya begitu saja ucapan yang disampaikan hud-hud, ia pun mengecek kebenarannya. Ternyata yang disampaikan memang benar adanya. Ia pun tidak mendapatkan hukuman, karena telah menyampaikan suatu informasi yang terbukti adanya.

Awalnya memang ada pertentangan keras terhadap ajaran yang disampaikan oleh nabi sulaiman. Ratu Balqis bersikap angkuh dan selalu mengangap kekusaannya yang paling hebat. Nabi Sulaiman pun membuktikan Kuasa Allah. Hatinya pun takjub hingga pada akhirnya takdir membuat beliau dan ratu Balqis berjodoh.

Nabi Sulaiman dan Rayap

Hewan rayap juga dikaitan dengan tanda kematian nabi sulaiman. Dikisahkan bahwa sebelum beliau wafat, nabi sulaiman menyendiri cukup lama. Beliau pun menemukan sebuah pohon. Terjadi percakapan di antara keduanya. Nabi bertanya tentang namanya. Dijawablah si pohon bahwa ia adalah perusak. Beliau pun bertanya alasan kenapa pohon itu datang. Jawabannya masih sama untuk merusak rumah ini

Nabi Sulaiman pun memohon kepada Allah agar menampakan kematiannya kepada bangsa jin agar manusia mengetahui bahwa jin tidak mengetahui yang gaib. Beliau pun menjadikan pohon itu sebagai tongkat untuk bersandar. Nabi sulaiman tetap dalam keadaan tersebut kurang lebih satu tahun lamanya. Para jin tidak mengetahui kejadian itu. Pasukan jin mengangap Nabi Sulaiman masih hidup.

Pasukan jin pun terus-menerus membangun bangunan tinggi untuk pemerintahan Nabi Sulaiman. Namun, suatu ketika tongkat yang menjadi sandaran beliau itu pun roboh dan telah dimakan oleh rayap. Melihat kondisi tersebut barulah diketahui bahwa Nabi Sulaiman telah wafat.

Perjalanan nabi sulaiman memang dikeliling mukjizat yang sungguh luar biasa. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah nabi yang bisa berbicara dengan hewan ini. Allah menciptakan hewan supaya manusia dapat menghargai hak- haknya, seperti yang terjadi pada semut. Begitu pula burung hud-hud juga membantu Nabi Sulaiman dalam menyebarkan dakwahnya.

Tanggapan