Mendengar tentang kisah Nabi Nuh AS pasti yang diingat adalah kapalnya yang besar dan bisa membuat orang terhindar dari bencana banjir bandang. Hal itu tentu sangat menarik dan sesuatu yang sangat luar biasa. Begitu pula dengan perjalanan dakwah Nabi Nuh sangatlah menarik untuk disimak kisahnya.

Ada banyak sekali hikmah yang bisa diambil dari perjalanan rasul yang dipercaya Allah untuk menyampaikan kebenaran di tengah-tengah kesesatan yang merajalela. Kekuatan dan keteguhan iman Nabi Nuh inilah yang patut dipelajari sehingga membuat orang sadar bahwa Allah adalah Sang Maha Pencipta dan pemilik segala-galanya. Proses dakwah Nabi Nuh adalah segelintir kekuasaan yang Allah tunjukkan. Namun, Anda perlu tahu bagaimana ceritanya.

Proses Kenabian Nuh AS

Nabi Nuh AS merupakan utusan Allah untuk menyebarkan ajaran dan kebaikan. Dalam sejarah Ibnu Abbas mengisahkan bahwa Nuh diutus kepada kaumnya saat berumur 480 tahun. Beliau memiliki istri dan 4 orang anak. Keempat putranya itu bernama Kan’an, Yafith, Sam, dan Ham. Namun, ada satu anaknya yang tidak selamat, karena pembangkangannya terhadap Nabi Nuh dan juga ajaran dari Allah SWT yaitu anak pertama yang bernama Kan’an. Hal itu juga berkaitan dengan peristiwa kenabian Nabi Nuh AS.

Peristiwa kenabian itu bermula ketika orang-orang soleh bernama Suwa, Wadm Yaghuts, dan Nasr meninggal dunia, masyarakat sedih. Setanpun menafaatkan keadaan tersebut dengan membisikan orang-orang untuk membuat patungnya sebagai penghormatan dan untuk dikenang. Namun, anak cucunya kemudian menjadikan patung-patung itu sebagai sesembahan.

Penyembahan kepada patung itulah yang menyebarkan kesyirikan di antara mereka. Allah SWT mengutus seorang lelaki yang merupakan kalangan dari mereka untuk kembali ke jalan yang benar. Nabi Nuh pun mulai menjalankan perintah Allah dan mulai berdakwah agar orang-orang sadar bahwa tindakannya itu adalah salah. Sebagaimana Allah perintahkan dalam al-Quran surah al-A’raaf ayat 59 berikut ini:

“Wahai kaumku sembah lah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan yang berhak disembah bagimu selain Dia. Sesungguhnya (Kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)”

Dakwah nabi Nuh AS

Penyampaian dakwah Nabi Nuh AS kepada umatnya dijalani dengan penuh lika-liku. Berbagai penolakan diterima oleh beliau. Akan tetapi, Nabi Nuh tidak berputus asa. Ia tetap menyebarkan agama Allah. Ajaran yang diberikan nabi Nuh tidak semuanya mendapat penolakan. Masih ada yang mau menerimanya yaitu dari kalangan kaum yang fakir dan juga dhuafa. Sedangkan orang-orang yang memiliki kuasa dan juga harta membencinya. Bahkan istri dan satu di antara empat anaknya juga membangkang.

Sikap kaumnya yang menolak ajaran Allah berkali-kali, tidak membuat beliau patah semangat. Justru ia tetap berdakwah saat orang-orang menganiaya dan dan menyakitinya berulang kali. Bahkan Nabi Nuh mendapatkan tindakan aniaya itu dalam kurun waktu yang cukup lama. Hal itu dikarenakan sikap sombong dan angkuh yang ada di dalam hati mereka. 

Dikisahkan juga suatu ketika orang-orang yang memiliki harta, kekayaan, dan jabatan ini mendatangi Nabi Nuh AS. orang-orang tersebut memintanya untuk mengusir para fakir miskin yang beriman kepada Allah itu untuk jauh dari mereka. Nabi Nuh pun menolak permintaan itu, dan menjawab perkataan mereka sesuai dengan Quran Surah Huud ayat 29-30 berikut bunyinya:

“Wahai kaumku, aku tidak meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhan-nya, akan tetapi aku memandangmu sebagai suatu kaum yang tidak mengetahui-dan (Nuh berkata) ‘Wahai kaumku siapakah yang akan menolongku dari azab Allah jika aku mengusir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran.”

Baca Juga : Kisah Nabi Isa Singkat

Dalam Quran Surah al-A’raaf ayat 60 tercatat perkataan orang-orang yang sombong dan angkuh tadi yaitu:

Sesungguhnya kami melihatmu berada dalam kesesatan yang nyata” orang-orang ini menuduh bahwa nabi Nuh sesat, padahal merekalah yang keras hatinya dan tidak memberikan celah hidayah untuk masuk pada dirinya”

Nabi Nuh pun membalas perkataan kaumnya itu di dalam al-Quran surah al-A’araaf ayat 61-62 berikut ini:

Wahai kaumku tidak ada padaku kesesatan sedikitpun, tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam- Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku, aku memberi nasihat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui

Mukjizat nabi Nuh AS

Perlakuan kaum Nabi Nuh AS kepada beliau sangat menyakiti hatinya, sehingga ia berdoa kepada Allah. Isi doa Nabi Nuh AS tersebut ada di dalam al-Quran surah Nuh ayat 5-12 yang berbunyi:

Ya Tuhan-ku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang-maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari, – Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka agar Engkau mengampuni mereka . mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupi bajunya dan mereka tetap (di atas sikapnya) dan menyombongkan diri dengan sangat-kemduan sesungguhnya aku seru mereka dengan terang-terangan dan dengan diam-diam, maka aku katakan kepada mereka “mohonlah ampun kepada Tuhanmu sesungguhnya Dia adalah maha pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan untukmu sungai-sungai.”

Mendengar permintaan Nabi Nuh tersebut, Allah memberikan petunjuk dengan memerintahkannya untuk membuat kapal. Dibantu oleh orang-orang yang beriman, beliau membuat kapal itu. Orang-orang kafir itu pun mencemooh dan juga mencibirnya, karena tindakkan yang aneh menurut mereka. Apalagi mereka tahu jika kapal itu dibuat untuk menselamatkan diri dari azab yang akan Allah timpakkan di kepada orang-orang zalim.

Saat kapal Nabi Nuh selesai dibuat, beliau mengajak orang-orang saleh untuk naik ke atas bahtera yang dibuat. Bahkan hewan-hewan juga diajak oleh beliau. Nabi Nuh sudah tahu bahwa akan ada banjir besar akan melanda tempat mereka. Langit pun mulai mengeluarkan badai dengan hujan yang sangat deras.

Baca Juga : Kisah Syekh Abdul Qodir Jaelani

Ucapan Nabi Nuh pun benar, kapal yang mereka tumpangi mengapung di atas air. Saat itu Nabi Nuh melihat anaknya yang menentangnya dan berniat untuk mengajaknya masuk ke dalam kapal. Akan tetapi keangkuhan itu tetap membutakan hatinya. Anak Nabi Nuh itu pergi ke tempat paling tinggi yaitu di gunung.

Banjir yang menggenangi tempat tinggal di luar dugaan, semakin tinggi hingga mencapai puncak gunung. Tidak ada lagi yang bisa menyelamatkan diri dari azab yang Allah berikan. Allah binasakan orang-orang yang zalim dan tidak ingin menerima kebenaran ini dengan menengelamkannya bersama dengan harta-harta mereka dan juga nyawanya yang tidak bisa selamat. Sedangkan orang-orang yang menerima dakwah Nabi Nuh selamat, karena beriman dan bertaqwa kepada Allah.

Kapal yang diperintah oleh Allah untuk membuatnya bersama dengan orang-orang beriman tersebut adalah mukjizat. Bahtera yang Allah tunjukkan kepada Nabi Nuh merupakan bentuk pertolongan kepada hamba-Nya yang sungguh-sungguh dalam berdoa. Sehingga tidak ada yang tak mungkin di dunia ini, ketika Allah ada di dalam hati dan tindakan yang ada pada umat manusia. Nabi Nuh merupakan teladan yang patut dicontohi sebagai figur dalam menambah ketaatan untuk terus menyebarkan ajaran Allah dengan berdakwah.

Tanggapan