Indonesia merupakan penduduk dunia yang termasuk paling banyak menganut agama Islam. Hal itu tidak terlepas dari aliran-aliran yang ada di dalamnya dan sudah berkembang sejak berabad-abad tahun yang lalu.

Perbedaan memang seringkali terjadi di antara sekelompok manusia. Tindakan tersebut sangat wajar, karena setiap manusia memiliki isi kepala yang berbeda. Tidak semua orang akan berpikiran sama. Berangkat dari isi kepala yang berbeda inilah aliran yang telah dibawa nenek moyang orang Islam tetap eksis hingga kini.

Aliran yang ada di Indonesia tumbuh bersama dengan kepercayaan yang sedikit banyak dipengaruhi oleh para pendahulunya. Memang agama Islam sendiri memiliki pengertian damai, baik itu dari segi peribadatannnya dan juga tata cara dalam kehidupan semua sudah diatur dalam sumber hukum Islam. Hal itu tentu saja tidak cukup, masih ada aliran tertentu berada dibalik itu semua.

Ada beberapa aliran Islam yang bertentangan sendiri dengan agama itu sendiri seperti Ahmadiyah misalnya. Mereka menganggap bahwa ada nabi setelah Rasulullah yaita Mirza Ghulam Ahmad. Hal itu jelas sekali menyimpang, karena Nabi muhammad merupakan rasul Allah yang terakhir ditugaskan untuk menyampaikan ajaran Islam.

Baca Juga : Sejarah Munculnya Aliran Dalam Islam

Akan tetapi aliran Ahmadiyah ini ada di Indonesia, meski sudah dinyatakan sesat. Namun, masih saja ada yang percaya dan mengikuti aliran ini. Ada juga beberapa aliran Islam yang muncul dari perdebatan umat muslim terdahulu dan dari pemikirannya sendiri.

Ahlussunnah wal Jama’ah

Aliran ini disebut juga dengan sunni yang merupakan seseorang yang mengikuti  Nabi serta para sahabatnya. Sunni ini juga tetap eksis di Indonesia. Sumber hukum dari aliran ini adalah al-Quran, hadis dan juga Ijma serta Qiyas. Apabila ada persoalan kehidupan yang perlu dicari kebanarannya bisa merujuk pada al-Quran jika tidak ada maka menggunakan hadis. Jika tidak ada juga maka bisa menggunakan qiyas atau pembanding atau Ijma yang merupakan kesepakatan para ulama. Indonesia sendiri mayoritas orang-orang mengikut aliran dari Ahlussunnah wal Jama’ah ini.

1. Syiah

Aliran yang satu ini memang menuai kontroversi. Pada awalnya syiah merupakan kelompok yang merupakan pendukung setia dari Ali bin Abi Thalib. Namun, saat ini aliran ini melakukan peribadatan yang bertentangan dengan agama Islam.

Berbagai kebijakan yang seharusnya tidak boleh, seperti nikah mut’ah atau kawin kontrak tersebut dihalalkan. Namun, masih saja ada negara yang menganut aliran ini seperti Iran. Keberadaannya di Indonesia memang mengundang kecaman dari berbagai pihak, tetapi masih terbilang aman untuk orang-orang yang menganut aliran ini.

2. Mutazilah

Kelompok yang menganut paham ini juga ada di Indonesia yang menganggap bahwa persoalan teologi dan bersifat filosofis lebih utama. Orang-orang ini lebih percaya dengan akal dan bersifat lebih rasional dalam menjalani kehidupannya. Awal terbentuknya aliran ini ialah karena ada perdebatan antara Wasil bin Arha dan juga temannya bernama Amr bin Ubaidh karen berselisih paham yang menentang tentang persoalan dosa besar. Orang-orang dari kelompok ini tidak mengakui sesuatu yang di luar nalar sepeti azab kubur, malaika, dan juga tidak percaya dengan adanya Isra Miraj.

3. Murjiah

Aliran yang satu ini muncul pada abad pertama Hijriah. Kemunculannya disebabkan oleh perbedaan dua pendapat yaitu syiah dan juga khawarij yang merupakan pendukung setia Ali dan juga yang mengkafirkan kelompok dari Ali. aliran ini lahir dari sekelompok orang yang tidak ingin terlibat dalam upaya kafir mengkafirkan.

Baca Juga : Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia

Aliran ini juga terbagi lagi menjadi dua golongan. Golongan Islam moderat yang menganggap bahwa orang yang berdosa tidaklah kafir dan tidak akan kekal di dalam neraka. Sedangkan golongan yang satunya yaitu golongan ekstrim ini menganggap orang yang menyatakan kekufuran dengan lisannya tidak akan menjadi kafir, karena mereka percaya iman letaknya ada di dalam hati.

4. Qadariyah

Arti dari qadariyah itu sendiri yaitu mampu dan juga berkuasa. Golongan ini berpendapat bahwa manusia bebas menjalankan hidupnya sendiri. Hal itu dikarenakan manusia sudah mempunyai qudrah atau juga kekuatan untuk menentukan dan melekasanakan takdir yang telah Allah tentukan. Orang-orang ini juga meyakini bahwa mengingkari takdir Allah merupakan hal yang diluar dari kehendak yang sudah ditentukan Allah.

5. Jabariyah

Aliran yang satu ini berbanding terbalik dengan Qadariyah. Paham yang dianut yaitu manusia tidak memiliki hal untuk menentukan kemerdekaan untuk menentukan kehendak serta perbuatan. Semua telah menjadi qada dan qadar dari Allah. Segala sesuatu yang dilakukan atas dasar paksaaan.

6. Wahabi

Aliran ini disebut juga dengan salafi yang merupakan sebuah reformasi dari keagamaan dal Islam. Aliran ini berkembang dari seorang teologi muslim bernama Muhammad bin Abdul Wahhab yang berasal dari Arab Saudi. Orang-orang yang pro pada aliran ini percaya bahwa Islam dapat kembalu pada ketentuan al-Quran dan juga hadis. Dan dapat terhindar dari bid’ah,  syirik dan lainnya.

Saat ini penganut aliran ini paling banyak di Arab Saudi dan juga Qatar. Sedangkan di Indonesia aliran yang satu ini juga masih eksis. Hal itu dapat terlihat pada penerapan di sistem pendidikan yang dianut beberapa pesantren Indonesia yang berasakan salafiyah.

Aliran-aliran yang sudah disebutkan tadi ada beberapa yang cukup eksis di Indonesia seperti Ahlussunnah Wal jamaah. Begitu juga dengan Wahabi atau salafiyah masih dapat Anda jumpai di Indonesia. Aliran syiah juga ada pengikutnya, meski secara peribadatan agak sedikit berbeda dengan ajaran Islam.

Banyak penambahan dan juga pengurangan dalam proses ibadahnya menjadikan hal itu dianggap menyimpang. Sementara aliran lainnya seperti pemikiran para kapitalis dan juga pluralisme yang dibawa oleh orang Barat ini juga banyak dianut oleh orang Indonesia.

Sebagai orang Islam sudah sepatutnya memfilter setiap apa yang dianggap benar dan salah. Kacamata hati dapat dipakai untuk menjaring mana yang benar-benar akan membawa diri ke surganya Allah. Saat ibadah sudah sempurna, tanpa kekurangan satu apapun pasti hidup akan lebih berkah. Mayoritas orang Indonesia percaya bahwa al-Quran, Hadis, Ijma, dan Qiyas merupakan pedoman bagi umat Islam dan menjalankan kehidupannya.

Baca Juga : Sejarah Islam Nusantara yang Jarang Diketahui

Keyakinan kepada Allah dapat dipupuk dengan rajin-rajin beribadah dan menjalankan perintahnya sesuai syariat Islam. Orang yang telah dewasa tentu memiliki akal yang dapat membedakan hak dan batil. Akan tetapi, hatinya seringkali ditutup untuk menerima kebenaran. Hal itulah yang justru akan membuat seseorang dapat sesat.

Pengetahuan yang banyak tentang ilmu agama adalah bekal terbaik dalam mengarungi kehidupan di dunia. Anda dapat menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim sesuai dengan ketentuan yang telah Allah tetapkan. Mengikut agama yang telah diwariskan dari orang tua Islam tentu sebuah anugerah yang luar biasa. Namun, akan sia-sia jika orang-orang ini tidak cukup ilmu agamanya. Akan ditakutkan terjerumus pada kesesatan. Bentengi diri dengan menimba ilmu Islam sebanyak-banyaknya.

Tanggapan