Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab. Begitupula Hadits diucapkan dengan dan ditulis dalam bahasa Arab. Al Quran dan Hadist merupakan dua pusaka agung yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW untuk umat manusia.

Bahasa Arab memiliki kekayaan makna yang sangat banyak. Bahkan, terkadang ditemukan satu kata berbahasa arab yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti lebih dari 10 makna. Terkadang juga, 10 kalimat bahasa arab, jika diterjemahkan, intinyanya satu kalimah, satu informasi.

Contoh sebuah kata : َضَرَب

Ia bisa bermakna :

  • Bergerak
  • Menyengat
  • Berlalu
  • Memukul
  • Memasang
  • Menerangkan
  • Mencetak
  • Mencampur
  • Mewajibkan
  • Memegang
  • Menetap
  • Berenang
  • Menahan
  • Memisahkan

Dan masih banyak lagi.. Lihat kamus Al-Munawwir untuk terjemah Arab – Indonesia, atau kamus Al-Munjid Untuk terjemah murodif (sinonim) Arab : Arab.

Satu Kata Bahasa Arab Memiliki Banyak Sekali Makna

Beberapa kalimah atau kalam bahasa arab, apabila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, intinya satu kalimat. Contoh :

  • ٌزَيْدٌ قَائِم
  • ٌلَزَيْدٌ قَائِم
  • ٌإِنَّ زَيْدًا قَائِم
  • كَانَ زَيْدٌ قَائِمًا
  • ٌقَامَ زَيْد
  • ٌيَقُوْمُ زَيْد
  • ٌزَيْدٌ هُوَ قَائِم

Makna intinya sama, menginformasikan bahwa Zaid Berdiri. Lihatlah, betapa banyak susunan kalimah yang “dianggap tidak perlu” ketika mencari kesimpulan dalam bahasa Indonesia.

Ketika Al-Quran berbahasa Arab, dan ada slogan “Kembali kepada Al-Qur’an”.. Pertanyaannya, Al-Qur’an mana yang harus menjadi tempat rujukan kita?

  1. Apakah Al-Quran yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh para pakar Al-Quran dan Hadits sekaliber Prof. Dr. Quraish Syihabز
  2. Prof. Dr. Ahsin Sakho, dan jajaran Lajnah pentashih Al-Quran yang sudah diakui dunia?Apakah Al-Quran yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh orang Indonesia yang belum dikenal luas dan diakui kedalaman ilmunya?
  3. Ataukah Al-Quran yang ditafsirkan oleh orang yang lahir di Arab lalu mendalami seluk beluk Ilmu berbahasa Arab, sehingga menjadi Ulama Arab dan menorehkan karya Tafsir berbahasa Arab, seperti Tafsir Jalalain, Tafsir Nawawi, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsis Baidlowi, Tafsir Al-Maraghi, dan sederetan tafsir Qur’an lainnya?
  4. Ataukah Al-Quran yang diterjemahkan secara instan dengan metode-metode menerjemahkan Al-Quran seperti metode-metode belajar Nahwu Shorof yang mudah dan lagi booming di lembaga-lembaga swasta?
  5. Ataukah Al-Quran yang diterjemahkan, dipakai dengan metode tematik yang biasanya sesuai pesanan dan keinginan manusia?

Jadi, slogan kembali kepada Al-Quran, yang benar itu bagaimana caranya?

Jangan sampai menjadi orang sesat, dan menyesatkan…

Kalau saya, sebagai orang biasa, tentu saya akan memilih terjemah Al-Quran versi Depag RI karena dierjemahkan oleh para pakar tafsir Al-Quran dengan merujuk kepada literatur, khazanah Tafsir berbahasa Arab.

Tentunya, jika saya mampu, saya akan menggunakan tafsir Al-Quran berbahasa Arab yang ditulis oleh Ulama yang diakui keilmuannya oleh mayoritas Ulama dunia baik salaf maupun khalaf dan Ashriyyah.

Baca Juga : Sifat Sifat Manusia Menurut Islam

 

Tanggapan

Berikan Tanggapan :

Mohon beri tanggapan
Silahkan masukkan nama Anda